Banyak orang mengira gigi patah hanya mengganggu penampilan, apalagi jika tidak disertai rasa sakit pasti akan dianggap sepele. Padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar, efek samping gigi patah bisa muncul secara perlahan dan berisiko menyebabkan masalah yang lebih serius apabila tidak segera ditangani.
Gigi yang patah dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Semakin cepat mendapatkan perawatan, semakin besar peluang gigi tetap dapat dipertahankan dan tidak akan mebimbulkan masalah yang lebih parah. Karena itu penting buat kamu untuk memahami risiko yang dapat muncul ketika gigi yang patah dibiarkan saja.
Apakah Gigi Patah Pada Anak dan Dewasa Berbahaya Jika Dibiarkan?
Secara umum gigi patah dapat berupa patahan yang menyebabkan sebagian gigi terlepas maupun retakan yang masih menempel pada gigi. Meski terlihat berbeda, kedua kondisi tersebut tetap memerlukan pemeriksaan karena sama-sama dapat mempengaruhi kesehatan gigi.
Penyebabnya pun cukup beragam seperti benturan saat beraktivitas, kecelakaan, terjatuh, menggigit makanan yang terlalu keras, atau kondisi gigi yang sudah rapuh akibat gigi berlubang. Selain mengganggu fungsi mengunyah, gigi patah juga sering membuat bentuk senyum berubah sehingga sebagian orang menjadi kurang percaya diri ketika berbicara atau tertawa.
Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat mengalami peristiwa gigi patah tersebut. Oleh sebab itu gigi patah tidak sebaiknya dianggap sebagai masalah kecil hanya karena tidak langsung terasa sakit.
Efek Samping Gigi Patah Jika Dibiarkan Terus Menerus
Tidak semua gigi patah langsung menimbulkan masalah yang dapat dirasakan saat itu. Ada beberapa kasus yang membuat penderitanya tetap bisa makan dan beraktivitas seperti biasa. Namun bukan berarti kondisi tersebut aman. Seiring waktu bagian gigi yang rusak dapat memicu berbagai gangguan pada kesehatan mulut.
Salah satu efek samping gigi patah yang paling sering terjadi adalah masuknya bakteri melalui bagian gigi yang terbuka. Ketika bakteri berhasil mencapai lapisan dalam gigi, risiko terjadinya peradangan dan infeksi saraf gigi akan terjadi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri yang berdenyut, gigi terasa lebih sensitif terhadap makanan atau minuman panas maupun dingin, hingga muncul rasa sakit saat mengunyah.
Apabila infeksi tidak segera diatasi, penyebarannya dapat mencapai jaringan gusi dan area di sekitar akar gigi. Akibatnya gusi dapat membengkak, muncul nanah, bau mulut menjadi tidak sedap, bahkan terbentuk abses gigi yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Pada beberapa kasus bagian gigi yang patah juga memiliki ujung tajam yang dapat melukai lidah, pipi bagian dalam, atau bibir saat berbicara dan makan.
Karena itu jangan menunggu sampai rasa sakit muncul. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi jakarta selatan agar kondisi gigi dapat dievaluasi dengan baik. Jika patahan masih ringan, dokter biasanya dapat mempertahankan gigi melalui penambalan atau perawatan saluran akar. Namun, apabila kerusakan sudah mencapai akar dan gigi tidak lagi memungkinkan untuk dipertahankan, pencabutan dapat menjadi pilihan terbaik untuk mencegah efek samping gigi patah yang lebih berat.